Rabu, 06 September 2023

Marriage

"i do not believe in happy marriage.. but, i do believe in strong marriage".

https://www.pinterest.com/explore/old-people-love/



Apakah pernikahan saya pernikahan yang kuat?
Saya jawab lantang "belum!"
Karena batu yang terang-terangan bilang dirinya kuat akhirnya rapuh perlahan-lahan hanya karena tetesan air yang menjatuhinya terus-menerus.

Pernikahan yang kuat bertahan dan kuat mengalah biasanya dihadiahi kebahagiaan di akhir ceritanya.
Semuanya selalu tergambar jelas di akhir halaman. Seperti buku.
Mungkin seperti itu juga pernikahan.

Ketika kita sabar membaca setiap halaman dengan harapan mengetahui bahwa halaman akhir selalu tersedia cerita bahagia.
Kita terus membaca tanpa pernah mengetahui apakah diakhir halaman ada selipan cerita bahagia atau bahkan cerita sendu haru.

Pernah saya menulis kutipan dari sesorang yang mengatakan:
"kita tidak pernah tahu siapa jodoh kita, sampai di akhir usia kita, dia lah yang masih menemani kita dengan cinta dan sayang. Jika di akhir kematian, kita masih dengan dia, maka dia lah jodoh kita"

Kutipan tersebut membuat saya berpikir hal yang sama tentang pernikahan. tidak ada pernikahan yang bahagia yang muncul di awal pernikahan saja, atau di usia perak pernikahannya. Tapi kita bisa sebut pernikahan tersebut pernikahan yang bahagia ketika mereka tersenyum bangga satu sama lain ketika akan berhadapan dengan kematian.

Impian semua pasangan, bukan?

Pernikahan yang bahagia sendiri tidak akan pernah ada tanpa pernikahan yang kuat. Kedua pasangan harus sama sama kuat mempertahankan dan kuat saling membahagiakan.

Rabu, 21 November 2018

Seperti Apa?

Hidup yang harus berjuang itu seperti apa?
Seperti ini kah?

Saya pernah hidup di kos sempit
Saya pernah seharian tidak makan dan baru makan itu pun sepiring berdua
Saya pernah hutang kesana kemari saat masuk Rumah Sakit
bahkan, anak saya mau ice cream 3.000 rupiah saja, saya tidak punya uang sebanyak itu. 

Jadi, jangan ajari saya berjuang itu yang bagaimana. Atau jangan menghakimi saya harus berjuang untuk siapa.

Saya mau berjuang untuk diri saya sendiri, untuk anak saya. don't Judge! and don't be a Judge! because you're not. 


Hidup yang bahagia itu seperti apa?
Seperti ini kah?

Saya pernah beli baju biasa saja seharga satu juta
Saya pernah makan makanan korea, jepang, amerika, spanyol untuk sekedar mencicip rasanya
Saya pernah tidak kepanasan atau kehujanan saat berkendara
Saya pernah beli sepatu seharga tiga juta. Atau jam tangan. Atau sekedar hiburan. 

Jadi, jangan bilang saya tidak pernah bahagia. Atau jangan berusaha mengasihani saya. 

Saya mau bahagia yang tidak berdasar nominal harga pakaian. Ada yang mau selalu mendengarkan saya saja, itu sudah kebahagiaan.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Cermin

source: https://id.pinterest.com/khalisau/tumblr/




ini cerminan siapa?
menggambarkan perempuan berpakaian lengkap tapi bermuka sembab
tidak ada yang tersisa selain senyum seadanya dan pikiran yang kemana-mana
ada yang salah dengan cermin usang ini, atau ada yang bungkam dari perempuan satu ini

ini cerminan siapa?
tidak ada cerita dibaliknya,
dia hanya berdiam seperti terjebak di cermin usang
tidak mampu keluar atau bahkan memecahkan sepi ruang

sebenarnya, ini cerminan siapa?
tidak lain tidak bukan, selalu tentang perempuan satu ini
mengais kenangan, demi kesenangan
sudah tau akan sedih, tapi ingin lebih

Sebetulnya, ini cerminan siapa?
siapa perempuan satu ini?

Senin, 04 Juni 2018

Pernikahan

siapa yang mengira pernikahan bisa semulus jalan tol baru dibuka kemarin. begitu hening, tidak ada banyak mobil saling balap satu sama lain. kita bisa berjalan cepat kedepan tanpa ada macet sekalipun. kenyataannya, bisa dibilang pernikahan lebih seperti perjalananmu naik pesawat terbang, ada masa kritis didalamnya. kau bisa saja terbang mulus atau bisa jadi tiba-tiba meluncur jatuh. pernikahan hampir mirip dengan pesawat terbang. pesawat terbang adalah salah satu bentuk transportasi yang hampir 90% sangat aman, namun jika terjadi kesalahan atau kegagalan sistem pesawat maka pesawat adalah bentuk transportasi yang menelan korban paling banyak diantara transportasi lainnya.


jangan ditanya tentang pernikahan.

globalmedicalco.com


hampir semua orang berbondong-bondong memberitahukan pernikahan impian mereka karena mereka merasa pernikahan adalah salah satu bahtera paling aman bak bahtera nabi nuh. padahal pernikahan pun punya turbulensi-nya masing-masing. jika terjadi kegagalan dalam pernikahan dan mereka harus terjun jatuh, akan ada banyak korban pula dalam pernikahan. 

korban pertama jelas, dua orang yang dulu saling menyayangi menjadi orang yang tidak saling mengenali, saling mencaci, bahkan bisa jadi tidak lagi saling mencari. seakan mereka lupa dulunya mereka pernah mencintai. merengek minta disatukan pada Tuhan. 


korban lainnya adalah dua keluarga yang dulu saling meminta saling memuji satu sama lain dan saling merayu dengan bingkisan beraneka rupa. sekarang bahkan tak sudi saling toleh atau sekedar saling bicara karena rasa sakit yang dirasakan oleh dua orang yang menikah itu sendiri. 


korban paling menyedihkan disini adalah hubungan ayah-anak atau bahkan ibu-anak. mereka terpisahkan legalitas yang tak lagi bisa berada dalam satu rumah, atau bahkan dalam satu candaan klasik di ruang makan keluarga karena mereka bukan keluarga lagi. mereka terpisah tembok dan bisa jadi terpisah hubungan yang lebih sakral lagi. hubungan batin karena terpisahkan.


andai saja semua orang tahu bagaimana memberi pelajaran atau bahkan mendapat perlajaran dari pernikahan, mereka tak harus jatuh dan hancur berkeping dalam sebuah pernikahan. karena sejatinya, pernikahan bisa menjadi tempatmu mencari keamanan dan kedamaian pula. 


siapa yang tidak tergiur hatinya ketika melihat masih ada dua orang renta yang masih mencintai di detik-detik nafas tersengal-sengalnya. bergandengan tangan, memuji kulit keriput mereka satu sama lain. mereka masih saling jatuh cinta dalam pernikahan. tidak ada harta lainnya selain cincin pernikahan mereka yang bergelayut di jari manis mereka masing-masing. 

siapa yang tidak iri dengan pernikahan mereka dan berusaha mewujudkannya untuk pernikahan mereka sendiri. 

ketauhilah, semakin banyak tahun yang kau habiskan dalam pernikahan maka semakin besar pula masalah demi masalah, turbulensi demi turbulensi yang akan kau hadapi, tapi jadi lah suami istri yang semakin bersatu lagi untuk menghadapinya, karena jika tidak, akan selalu masalah dan turbulensi yang menang menunggu kejatuhan pernikahanmu yang akan memakan banyak korban. 



KikioOwl

Sabtu, 01 April 2017

Bagaimana Waktu Bisa Kita Hargai? Atau Sekedar Hargai Kita?

https://www.pinterest.com/pin/93801604712266148/




Bagaimana kita bisa menghargai kopi dan teh yang berdampingan,

Melucu tentang perasaan rindu yang dikalahkan pelukan.


-Rizki Lukitasari




Kamis, 30 Maret 2017

Teriakan seorang Jantan

Keras teriakan tidak menunjukkan kalau kau jantan
Berlagak yang lain hanya tanaman yang bisa kau beri injakan
Suatu hari senja akan belajar menipumu
Kalau tak lama lagi ada saatnya kau pasti rapuh





















Pria bertahan karena mempertahankan ucapannya
Menunjukkan dia pria yang bisa menjaga perempuannya
Kelak tanyakan saja apa yang kau janjikan
Dan kau buktikan bisa jadi kenyataan


Surabaya, 30 March 2017

Sabtu, 28 Mei 2016

"BENARKAN" bukan "BENARKAH?"

picture source : https://www.pinterest.com/pin/135600638756065434/


dikeluh kesahkan oleh sebuah penantian,
yang tiba-tiba datang membawa kebahagiaan.

tak urung dia ingin mundur,
ketakutan akan apa yang ada didepan seperti lahar menjulur.

salah memilihkah?
atau dikemudian hari akan ada sesal yang sering terbuncah.

kuatkan dia jadi sebuah keputusan,
dengarkan dia bercerita tentang angan

dia hanya butuh ditemani,
ketika nanti pilihannya menjadi kabur seperti uap wangi

jangan salahkan dia jika nanti dia memang salah
benarkan, atas apa yang dia nanti ceritakan sebagai sebuah kisah

Jumat, 11 Maret 2016

Gelitik Gemas Kecilku

picture source: http://babiesmagz.com/

Seakan-akan kita akan selalu membicarakan tentang untung rugi, kehilangan atau kelebihan, kebutuhan atau keinginan. Namun begitu memilikimu, aku tidak pernah paham bagaimana nominal untung rugi itu sebenarnya. Yang aku paham, aku bahagia memilikimu. Aku diuntungkan, aku dilebihkan, aku disempurnakan ketika memilikimu.

Awal semuanya begitu menyenangkan, aku diberikan kesempatan menghidupi satu jiwa kecil lagi dalam tubuhku. Jiwa lain yang mencuri hatiku untuk pertama kalinya dia berdetak. Jiwa lain dalam tubuhku yang tidak bisa kuabaikan sejak dia bergeliat mungil.
Ah, aku mencintainya sejak pertama kali dia bergerak dan berjiwa di isi perutku.

Menggelitik tidak hanya bagian kecil di ujung ulu hatiku tapi juga menggelitik bagian dari diriku yang ingin selalu menjaganya, mencintainya, dan menyanjungnya.
Menggelitik gemas dengan ujung jarinya yang mencoba merasa. Aku ingin dia rasakan juga bagaimana aku mencintainya. Berterimakasih atasnya kepada Tuhan berulangkali. Serta seberapa dalam perasaanku atasnya.





Selambu Rahim

picture surce:littlesnowflakes.tumblr.com


Kita sementara ini di pisah selambu rahim. Tak kasat mata tapi membuatku belum bisa menyentuhmu dulu.
Kita sementara ini di pisah dinding air. Belum benar-benar aku bisa menciummu dan merapatkanmu dalam pelukku.

Tapi nanti, pastikan saja kalau aku orang pertama yang mencintaimu.
Tapi nanti, pastikan saja kalau hanya aku yang bisa diandalkan.
Tapi nanti, pastikan saja kalau aku punya ribuan rasa kagum padamu mengalahkan jumlah bintang di semesta.

Kabari saja aku kalau kau siap, sayang.
Beri tanda apapun kalau kau inginkan aku.
Aku yang akan selalu ada.


Tumbuhlah sementara ini disana, di isi perutku yang gelap.
Nanti cahaya matahari akan bantu menghangatkanmu.
Segera setelah kau tahu aku lebih punya cahaya cinta hanya dengan mendoakanmu diam-diam.


Sampai bertemu saat selambu rahim ini tersingkap, memunculkan kamu yang aku puja sedari awal.
Sampai bertemu saat dinding air ini terpecah, mendatangkan kamu yang aku sering sebut malaikat kecil. Hadiah terbesar. Keajaiban Tuhan. Doa terjawabku.
Sampai bertemu. Sehatlah. Kuatlah. Sayangku. Kita berjuang bersama sampai saatnya tiba.

Aku yang nantinya kau panggil mama ini mencintaimu begitu dalamnya.


Sabtu, 13 Februari 2016

"SWEET"

Picture Source: www.lovethispic.com


Saya iri sekali melihat banyak anak kecil dengan gigi kecil mereka dengan rakus menggerogoti permen atau arum manis seharga seribu dua ribu dalam sekali membuka mulut. Mereka tidak takut kehilangan satu persatu gigi susu mereka keesokan harinya. Memakan manisan dengan kalap seakan besok akan kiamat atau besok diomeli habis-habisan oleh mama mereka. Apa bocah-bocah itu tidak pernah membaca penelitian kalau rasa manis yang kita kecap nantinya bisa berubah menjadi rasa pahit jika kita terlalu banyak mencicipnya.

Rasanya ingin sekali saya merebut manisan permen yang ada di tangan mereka satu persatu dan menyimpannya untuk saya sendiri. Kusimpan baik-baik di dalam kotak baja yang kuncinya hanya saya yang menyimpan dan tidak ada yang bisa membukanya. Mungkin saya hanya iri pada anak-anak itu, saya iri karena anak kecil itu memiliki konsep sederhana tentang 'manis' yang tidak serumit saya memikirkan konsep 'manis'. Manis milik mereka berbeda dengan manis milik saya.

Duduk di kursi halte menunggu bus yang didalamnya selalu berbau apek membuat saya  memikirkan banyak hal. Di depan halte tempat saya menunggu, ada pemandangan sebuah Sekolah Dasar yang memiliki ratusan manusia berukuran mini yang berteriak sekencang-kencangnya dan berlarian kesana kemari.

Seharusnya saya datang lebih awal di halte bus sialan ini agar tidak berbarengan dengan jam istirahat anak SD yg tepat berseberangan dengan halte. Dengan begitu saya tidak merasa iri dengan anak-anak kecil yang sebebas tupai loncat itu.

Perkiraan baru akan ada bus selanjutnya 58 menit lagi, jadi saya memutuskan untuk menyebrang dan membeli beberapa arum manis dan permen. Saya berani taruhan kalau menurut penelitian permen adalah penyebab utama kerontokan gigi pada anak-anak. Dengan harapan gigi saya sudah lebih kuat dan berakar, jadi tidak mungkin terkikis begitu saja oleh permen-permen ini.

"Arum manisnya 1, sama permen-permen ini sebungkus ya bang"

Si penjual yang saya panggil abang, mendongak khawatir karena baru kali ini dia melihat anak SD sebongsor saya, atau mungkin dia berpikir baru kali ini ada guru SD yang menjiwai pekerjaannya sampai ikut memakan apa yang muridnya makan.

Selesai membayar dengan uang recehan yang saya temukan asal-asalan di saku celana, saya memilih duduk di dekat gerbang sekolah sambil asik mengunyah arum manis yang barusan saya beli. Sampai seorang anak perempuan kecil berkepang dua dengan sisa keringkat yang menempel di atas bibirnya, mendatangi saya dan menatap lama.

"kakak suka arum manis?"

Dilihat dari seragamnya yang masih putih merah, saya yakin anak ini bersekolah di sekolah ini dan tidak berniat untuk menculik saya yang sedang sendirian.

"iya, suka sekali. Saya suka semua yang manis-manis" saya menjawab asal, toh yang bertanya anak kecil.

"Sama. Saya juga suka sekali semua yang manis. Tapi memangnya ada yang lebih manis selain permen dan arum manis, kak?"

Saya tersedak butiran permen manis yang belum selesai saya gigit karena ucapan anak kecil ini barusan. Karena merasa bersalah, anak kecil berkepang dua ini menatap dengan mata berair seraya bertanya dalam hati apakah saya baik-baik saja.

Ingin sekali saya mencurahkan semua yang sedang saya rasakan pada anak kecil ini. Tapi sepertinya, dia belum mengetahui apa yang dia akan ia hadapi ketika dewasa nanti. Masalahnya akan jauh lebih hebat dibanding menunggu giliran bermain lompat tali dengan 3 atau 4 temannya.

Saya mengeluarkan sebuah gambar dari dalam dompet. Menunjukkannya kepada anak kecil berkepang dua barusan, seperti anak kecil yang pamer tentang apa yang dimilikinya.

"dia manis" ujar si anak kecil tersebut sambil berlari kecil menjemput suara bel sekolah yang menandakan dia harus kembali masuk ke dalam kelas dan belajar tentang ilmu pasti alam semesta. Sementara saya disini, mematut diri berusaha sadar untuk belajar ilmu pasti tentang rasa, terutama rasa manis seperti yang dilakukan anak kecil tadi di bangku sekolahnya.

Saya awam tentang bagaimana penelitian mengatakan kalau rasa manis bisa berakhir pahit. Bagaimana pria ini bisa menjadi kesayangan saya setelah permen dan arum manis. Begitu manisnya.

Sekarang permen dan arum manis jadi begitu hambar disandingkan dengan pria manis yang tersenyum di foto ini. Kenapa bisa begitu tidak adilnya konsep manis saya dibandingkan konsep manis yang dimiliki anak-anak berpakaian putih-merah tersebut.

Semua anak-anak menyukai rasa manis dan bisa memiliki semua permen yang ada di dunia ini dengan sekali lahapan besar mulut mereka. Mereka tidak merasa takut sedikitpun jika gigi mereka disakiti atau gigis terkikis gula.

Tidak seperti saya, yang tidak bisa begitu saja memilikinya seperti membeli permen atau arum manis di abang-abang penjual manisan. Saya juga bukan anak kecil, wajarkah jika saya merasa takut gigis dan hati saya terkikis rasa sakit ketika harus merasakan manisnya rasa.

Andai sekarang saya jadi anak kecil, saya ingin memilikinya sekarang juga, arum manis pribadi saya yang senyumnya mengalahkan sisa permen digenggaman saya.
Andaikan saja konsep manis yang dimiliki setiap manusia tidak ada bedanya. Aku ingin memilikinya.

Sekelebatan, aku melihat bus besar kotorku melewati ujung mataku. Seperti menyeringai licik karena meninggalkanku sendirian yang telah setia menungguinya sedari tadi.

"ah, sial"

Selasa, 02 Februari 2016

Terima Kasih, 2015!

picture source: www.tumblr.com



Apa yang sudah diberikan Tuhan lewat 2015 kepada saya? lebih dari cukup.
Saya dibawa melampaui dari apa yang pernah bisa saya bayangkan untuk diceritakan dalam barisan kata ber-spasi ini.
Digambarkan begitu sederhana, nyatanya cukup membuat saya mencintai kenyataan, mencintai 2015.

Mulai dari jatuh cinta dengan pria (yang semoga) adalah pria pilihan Tuhan dikirim menemani saya dibawah janji-Nya dengan ayah saya.
Pria ini yang kini saya perkenalkan sebagai suami, di tahun 2015 juga.
Dari pria ini saya belajar banyak, salah satunya bagaimana rasanya memiliki seseorang yang selalu ada dan seseorang yang menjadi milik kita dan menyayangi kita meskipun tahu tidak ada hubungan darah dengan kita.

Tak lama, Tuhan melalui 2015 memberikan kejutan lain yang membuat saya terhentak bahagia layaknya kelinci riang menemukan banyak sekali wortel manis untuk dirinya sendiri.
Saya bertumbuh menjadi dua jiwa dalam satu tubuh.

Apa yang lebih membahagiakan mengetahui kau memiliki teman kecil yang bergeliat mungil di perutmu sendiri. Dia terus tumbuh dan berkembang di tahun 2015 ini. Tak sabar menunggu 2016 untuk mengetahui rupa keajaiban kecil saya ini.


Ah, 2015!
Saya malu mengakuinya berulang-ulang, tapi kau baru saja menjadi salah satu tahun favoritku. Sampaikan rasa terimakasih berlebihanku pada Tuhan.


dan, jangan lupa sampaikan pada 2016 untuk lebih berbaik hati pada saya.


Alhamdulillah for 2015. Terimakasih ya Allah.

Jumat, 29 Januari 2016

Perempuan Lupa

Seperti si petani yang kehilangan cangkul kesayangannya, dia mencari kesana kemari tidak menemukan yang dia cari.
Seperti si gawang sepak bola yang menunggu lama tidak kunjung ada yang mendatangi, dia hampa, tidak tahu apa yang harus dilakukan sembari menunggu.

Di dinding berkaca penuh ini terlihat perempuan kuyu.
Dia tersenyum masam, lesu .. seperti kehilangan apa yang biasanya jadi kecintaannya dulu.

picture sources: http://smoestoe.tumblr.com/

Perempuan ini kehilangan kegiatan kesayangannya, dia ingin sekali bisa menuliskan apa yang dia biasa tuliskan. Baik itu tentang angin, kumpulan daun bergeser di tanah kuning, atau bahkan menulis tentang setitik air hujan yang datang enggan-enggan.

Perempuan ini menunggu lama ada yang datang, entah itu inspirasi atau yang biasa orang sebut ilham. Tidak ada yang datang selain kertas kosong dan pena yang tidak pernah habis berkurang karena jarang digunakan.

Perempuan ini berusaha memancing keluar sebelas semut keluar dari sarangnya tidur untuk menemukan kata pertama apa yang bisa ditulisnya.

Perempuan ini berusaha mencari apa yang dirasanya untuk di beri kalimat berspasi menjadi sebuah tulisan. Apakah yang dirasanya cinta, takut, ataukah gemetar kedinginan.
Perempuan ini kehilangan kata, dia lupa cara menulis sebaris kalimat saja, bahkan kata, atau huruf untuk memulai.
Perempuan ini rindu kegiatannya menatap kepingan cahaya dibalik awan untuk mendapatkan inspirasi menulis.

Perempuan ini lupa caranya menulis. Tolong dia.


Kamis, 23 Juli 2015

Words on My Wedding Invitation

Ribuan sinar perak yang bergeser dilangit luas
Begitu indah saat ditemani bintang
Bermacam warna pita yang jingga bahkan kelabu
Bisa begitu mengasikkan saat terikat di kotak hadiah
Balon melayang-layang di udara dan segenggam mawar cinta
Bisa begitu membahagiakan saat kamu disana
Dan ditengah perjalanan hidup, siapa sangka kita dipertemukan
Setiap ditanya, kita menjawab.. ini kebetulan
Kebetulan terindah dari Tuhan yang merencanakan
Untuk kita saling membahagiakan
Anugerah atau hadiah?
Kita ini keduanya, Sayang..
You're my personal happiness

Surabaya, 07 Juni 2015
Rizki Lukitasari untuk Sweet Agusta Rossi

Kamis, 12 Maret 2015

I Love You, S!

Siapa yang bilang saya butuh puluhan cangkir teh dan kopi yang bisa saya habiskan denganmu.
Saya butuh lebih dari itu.
Saya butuh kamu, dan ribuan kali pelangi pulang pergi.
Saya butuh kamu dan waktu yang lama.

Siapa bilang saya butuh bandara dan pesawatnya yang mondar mandir untuk bisa kemana-mana denganmu.
Saya butuh lebih dari itu.
Saya butuh kamu, dan dua kaki untuk saya berjalan kemanapun mengikuti punggungmu pergi.
Saya butuh kamu dan waktu yang lama.


Kamu anugerah atau hadiah?
Kamu keduanya, sayang.

I love you, S!

ALASAN

Sebutkan apa yang ada di dunia ini yang tidak butuh alasan?
sesederhana, kenapa menggunakan sabun saat mandi pun memiliki alasannya. begitupun alasan kenapa kamu tidak pakai sabun. semuanya beralasan.

tapi mengapa ada yang mengatakan jatuh cinta tidak butuh alasan. fatal!

kau butuh banyak alasan untuk membuatmu berhenti melayang dan menyadarkan diri sendiri kalau masih berpijak di tingkatan tertinggi gravitasi bumi.

apalagi jatuh cinta.

kau butuh ribuan kali meyakinkan diri bukan hanya antara kau dan Tuhanmu, tapi yang terkuat untuk kau yakinkan adalah dirimu sendiri.

apa alasan yang membuatmu jatuh cinta, apa alasan yang membuatmu jungkir balik patah hati, apa alasan yang membuatmu terkekeh setelah ribuan kali diludahi masalah.

semua butuh alasan. itu bekalmu utuk kembali ketika tersesat.

kembali ke tempat dimana alasan terbesarmu berada, alasan paling masuk akal-mu berada.

kau tau apa alasanku mencintaimu?

alasan terbesarku adalah kamu dan segala yang menjerat lekat didalam dirimu adalah alasanku mencintaimu.
mulai dari garis alismu,
lesung pipit kecilmu yang tidak ada apa-apanya dibanding milikku,
HATIMU, sayang.
moodmu yang seperti ayunan bocah, kadang naik kadang turun, kadang marah, sebal, cinta, sayang, tak urung kadang diam

alasan terbesarku untuk kembali mencintaimu ketika lupa caranya jatuh cinta adalah kamu.
dengan hanya ada kamu, aku tau kemana harus kembali pulang, dan menyebutmu rumah.
dengan hanya ada kamu, aku tau apa yang aku butuhkan ketika butuh sandaran cerita duka atau suka.
dengan hanya ada kamu, aku sadar masih punya ribuan alasan yang tidak bisa dituliskan satu persatu untuk membuatmu yakin, aku cinta.

kamu mewakili ribuan alasan yang bisa aku tawarkan kepada hati, kalau memilihmu adalah yang terbaik.

sejauh ini aku berhasil meyakinkan diriku sendiri, kalau aku punya alasan untuk bertahan di ruang pelukmu.

kamu?



i love you, S.

Sabtu, 24 Januari 2015

Sebatas ini Saya mencintaimu



Saya pernah memekakan telinga Tuhan karena memohon sebuah doa.
Saya pernah melukai lantai sujud karena bertahan hening dalam meminta .
Sebenarnya bukan doa yang bisa mengguncang dunia.
Bukan doa merajuk emas yang segunung-gunung.

Doa saya sederhana..

Saya ingin mencintai kamu, tidak melebihi saya mencintai Tuhan saya.
Saya mau mencintai kamu tanpa ada garis batas. Tidak seperti air yang punya garis pantai.
Tidak seperti pelangi yang punya garis ujung.
Saya mau mencintai kamu sesederhana doa yang diam-diam diucapkan.


Tapi sebatas ini saya mencintaimu..
Melebihi anak kecil yang kegirangan bertemu ribuan permen.
Melebihi sekumpulan pelangi, pita merah kado, Awan diujung gunung, bulan merah jambu di malam hari..

Saya ingin kamu rasa apa yang coba saya bicarakan dengan Tuhan setiap malamnya. Bahwa ternyata cinta saya tidak ada batasnya, sayang.

Aku Maunya Kamu



Tenggelamkan aku dalam lautan rindu
Bawa lari aku dalam sisa semu
Peluk aku dalam dekap sang pelipur
Selamatkan aku dari mimpi tentangmu

Aku maunya kamu
Aku inginnya kamu
Aku sayangnya kamu
Aku cintanya kamu

Kamu yang berhias senyum angkasa
Kamu yang bertahta kebaikan surga
Kamu yang bertindak serupa sutra
Kamu yang .. hanya kamu yang punya semua.

Sabtu, 17 Januari 2015

Puisi Pertama

Terimakasih atas pertemuan kita.
Semoga semesta membuat kamu lupa caranya berpisah dari saya.



Pertemuan yang tidak pernah saya sesali, kebetulan yang tidak pernah mau saya ingkari.
Ada kamu sebagai tokoh utama hati, dan saya yang terpikat si peri.

Kita dijanjikan kebahagiaan oleh waktu, aku cuma berharap kamu.

Aku sudah mengantarkan pesan pada angin agar selalu membawa serta wangimu yang jadi parfum favoritku. Aku Rindu.


-ini puisi pertamaku untukmu, ingatkah kamu?

Kamis, 04 Desember 2014

Pria ini manis ..



Aku jatuh cinta bukan pada orang luar biasa, terlalu biasa malah
Tapi dari jatuh cinta kita membicarakan rasa nyaman, bukan?
Pelupuk mata yang kelelahan seakan menemukan sandarannya

Orang biasa ini mengajarkan saya beradu tatap dengan semesta
Bagaimana mencintai bisa begitu ikhlasnya

Seperti matahari yang tidak menagih hutang pada bumi
Atau bunga mekar yang tidak meracuni kupu-kupu dengan bulir sari

Pria ini manis...
Pelangi yang melengkung sempurna bersama serbuk gula sekalipun kalah manis

Pria ini manis...
Tebu yang dibawa lari wanita kehausan tidak ada apa-apanya dengan pria ini

Manisnya seperti reruntuhan embun dari tangan Tuhan itu sendiri
Manisnya seperti suci lantai tempat peri kecil bersenda gurau
Manisnya seperti suara tak karuan dari dalam imaji hati

Kamis, 06 November 2014